Menanggapi hal itu, Legislator Robert Tambuwun mengatakan, sangat mendukung proses tersebut apabila hal itu dianggap efektif mengurangi kemacetan. Meski begitu, Tambuwun juga berharap agar para petugas benar-benar jeli melihat akan pelanggaran setiap kendaraan yang parkir.
“Saya mendukung proses tersebut. Asalkan itu dianggap efektif, namun petugas baiknya harus lebih jeli lagi melihat akan pelanggaran parkir yang dimaksudkan. Jangan hal ini akan menjadi polemik, sebab, ada mobil yang sampai Pentil Bannya dicabut oleh petugas. Harus hati-hati, nanti bisa dianggap pengrusakan,” tutur Politisi Hanura itu.
Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Arthur Paat. Bahkan kata Paat, upaya yang dilakukan tersebut bukanlah solusi untuk mengurangi kemacetan. Sebab menurutnya, sepanjang ruas jalan Kantor DPRD Manado sampai Kantor Walikota Manado bukanlah titik macet.
“Saya kira hal itu bukanlah cara yang efektif dalam mengurangi kemacetan. Karena ruas jalan ini bukanlah lokasi sumber kemacetan. Apalagi lahan parkir yang tidak memadai, tambah lagi 60 sampai 70 persen pegawai yang ada di jajaran Pemkot termasuk DPRD Manado semuanya memiliki kendaraan,” tandas Paat kepada Kabarmanado. (rollysondakh)
Posting Komentar