KABAR MINUT - Masalah persampahan di kabupaten Minahasa Utara (Minut) sepertinya dapat dikategorikan pada taraf mengkawatirkan, sehingga perlu penanganan serius berbagai pihak, terutama pemerintah daerah untuk membangun fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPA) representatif dan memadai.

Gundukan sampah dalam jumlah besar maupun serakan sampa hdi pinggir jalan dengan mudah bisa kita saksikan di sejumlah ruas jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan nasional.
Tengok saja di Jl.Ringroad, Jl Matungkas-Paniki, Jl. Maumbi-Paniki dan beberapa jalan lainnya, sampah berserakan di pinggir jalan tanpa ada pengangkutan dari instansi terkait.

Masalah ini pun sudah dapat perhatian pemerintah provinsi Sulut. Informasi terbaru, penetapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional sampah di Desa Winuri Kecamatan Likupang Timur (Liktim) itu kabarnya sudah ada konsultannya. Pemerintah provinsi telah menunjuk konsultan untuk melalukan kajian dan perencanaan terkait hal teknis.

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi C DPRD Minut, Denny Sompie bahwa TPA yang rencananya akan dibangun di desa Winuri itu sudah ada progres yang baik. “TPA regional di Winuri sudah masuk tahap perencanaan karena pekan lalu konsultan dari provinsi sudah melakukan pengkajian sebelum dilakukan pembebasan lahan seluas 5 hektar,” ujar Sompie.

Kehadiran konsultan provinsi tersebut, menurut Sompie, semakin membuka kesempatan TPA di Winuri menjadi TPA regional. “Menurut saya 100% bisa jadi disitu dan sudah harus karena sudah masuk Perda RTRW Minut. Apalagi pengelolahan limbah di situ menggunakan Sanitary Landfiell,” katanya Rabu (4/11).

Menurut dia kehadiran TPA regional tersebut akan menjadi jawaban atas permasalahan sampah di Minut yang kondisinya sudah cukup mengkawatirkan. “Kapasitas TPA Airmadidi Bawah yang hanya mampu menampung 250 kubik sampah per bulan tidak memadai lagi, sehingga sangat mendesak ada TPA baru yang memadai.

Status TPA regional, tentu bisa membawa banyak manfaat bagi pendapatan daerah Minut, karena nantinya TPA itu bisa mencover sampah dari kota Manado dan kota Bitung. “RealisasiTPA ini sudah ada progresnya, warga siap membebaskan lahan Lima hektar untuk lokasi TPA, sisanya Lima hektar lagi akan menyusul,” (lly/tm)

Posting Komentar

picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} Kabar Manado adalah pusat informasi Berita terkini seputar Sulawesi utara {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.