![]() |
| (ist) |
Menurut Paloh, Partai besutannya tersebut harus memilih antara jalan Pragmatisme atau jalan pedang yakni setia pada restorasi. “Pragmarisme berarti mahar politik atau berdiri dijalan politik transaksional, hal-hal yang sudah biasa dilakukan partai yang lain,” katanya.
Dia sendiri mengaku bahwa, jalan pragmatisme tersebut memang lebih menggoda. Dikarenakan mudah dan bisa meraih suatu tujuan dengan waktu singkat. Lanjut Paloh menuturkan, kalau saat ini pihaknya terkendala masih adanya kader yang belum konsisten atau memiliki hati yang teguh. Bahkan diakui kalau kinerja anggota legislatif dari partai Nasdem masih jauh dari apa yang diharapkan.
“Itulah perbedaan kita dengan Partai lain. Jalan Nasdem adalah kejujuran, Hitam ya Hitam. Kalau Putih harus dikatakan Putih. Jangan terkesan (KKO) “kiri kanan oke,” sindirnya tegas.
Untuk diketahui, guna mewujudkan misi besar, saat ini Nasdem sementara gencar menggelar sekolah Legislatif guna memperbaiki kinerja anggota legislatif yang berada di seluruh daerah. (rollysondakh)

Posting Komentar