Hal tersebut diungkapkan Pramono Selasa (10/11) di Hotel Quality Manado saat dalam acara konsolidasi dan silaturahmi kadedr Demokrat se-Sulawesi Utara. Mengingat target Partai Demokrat untuk menang secara Nasional guna merebut kursi eksekutif di daerah.
”Kader Partai Demokrat harus eksis dan jor-joran dukung pasangan calon yang kita usung. Kalau ada kader khususnya legislator yang tidak mendukung, maka harus legowo menerima sanksi hingga pemecatan dan siap untuk ‘dieksekusi’. Kader jangan coba-coba berselingkuh, jangan mendukung calon dari partai lain. Harus menangkan calon Partai Demokrat. Kalau membelot dan mendukung calon lain, itu pasti akan saya sikat, siap-siap di-PAW. Ini penting, karena saya tahu ada yang demikian,” ujar Pramono dalam acara Temu Kader dan Rapat Konsolidasi Pilkada 2015 Partai Demokrat.
Bahkan, Paramono menyinggung masalah kerabat ataupun keluarga dalam pelaksanaan pilkada ini. “Boleh berkawan baik, namun baiknya pisahkan perintah partai dan hubungan baik. Lebih baik keluar dari Partai Demokrat, saya tidak mau di depan mata saya lalu kader mendua. Amankan keputusan Partai Demokrat, karena pilkada tinggal beberapa hari lagi,” tandas Pramono dengan nada tinggi.
Lanjut ditegaskan, ”Besok pun saya langsung ganti jika dengar ada yang membelot tak mendukung calon Partai Demokrat. Legislator jangan lupa diri sehingga harus berkhianat,” sambung pensiunan TNI AD bintang empat ini. (tim/km)

Posting Komentar