![]() |
| Abdul Wahid Ibrahim Di Rawat Di RS Malalayang Pasca Kecelakaan Di Minsel |
Kepada Kabarmanado Senin, (21/9) ketika ditemui di RS Prof Kandouw Malalayang Wahid mengatakan, dari hari pertama masuk IGD sampai diruangan Irina A sudah mengeluarkan uang hampi Rp 2 juta rupiah untuk membayar obat. Bahkan Ia berpendapat bahwa, kartu BPJS yang dipegangnya saat ini tidak mempunyai fungsi apa-apa alias tidak menjamin Ia dan keluarganya yang sedang tertimpa musibah kecelakaan. “Jangan-jangan kartu BPJS itu Ilegal. Setahu saya administrasi menyangkut kartu BPJS itu sudah setiap bulannya dipotong, tapi kenapa isteri saya kalau mengambil obat harus bayar,” tegas Wahid yang nampak masih kesakitan akibat Lakalantas yang menimpa dirinya.
Lanjut Wahid menuturkan bahwa, hal ini patut dipertanyakan, sebab bisa saja ada kesalahan pada sistem pihak Rumah Sakit, BPJS atau pihak staff DPRD manado yang lalai dalam hal administrasi.
“Tidak tahu dimana letak kesalahannya. Saya pribadi malu, sebab masakan sudah pegang kartu BPJS, tapi operator RS mengatakan tidak terdaftar. Isteri saya lagi,” tandasnya dengan nada tinggi.
Terkait dengan itu, pihak DPRD Manado dalam hal ini Kepala Bagian Keuangan mengatakan bahwa, soal administrasi atau penyetoran setiap bulannya ke pihak BPJS tidak ada masalah. Dan pada saat itu, salah-satu staf yang menangani soal kepengurusan BPJS anggota DPRD Manado Hizkia mengatakan, penyetoran ke pihak BPJS selalu dilakukan tepat waktu, jadi tidak mungkin kalau dikatakan salah-satu anggota keluarga Legislator tidak terdaftar dalam BPJS.
“Tidak mungkin seperti itu, sebab, administrasi yang dilakukan selalu tepat waktu. Mungkin saja ada kesalahan dari BPJS Center pihak Rumah Sakit,” ujarnya.
Untuk diketahui, setelah dilakukan pengecekan ke pihak BPJS melalui SMS Selular, benar adanya bahwa, Ibu Junita Usulu namanya terdaftar dalam BPJS dengan Nomor 0001837320849.
Meski begitu, pihak keluarga Anggota DPRD Manado yang adalah salah-satu Pejabat Negara sudah terlanjur geram dan dirugikan dengan situasi tersebut. Semoga saja ini bisa menjadi pengalaman dan nantinya akan diperbaiki, agar nantinya tidak akan berlanjut ke pasien serta kepada warga lainnya. (Rollysondakh)

Posting Komentar