![]() |
| Eugenius Paransi, Ketua KPU Manado |
Salah satunya yakni, tuduhan yang ditujukan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado yang melibatkan Paslon Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud, menyusul beredarnya rumor yang tertuang di Kompasiana bahwa, penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) ini disogok sejumlah uang dari Paslon Imba-Bobby agar bisa mulus lolos sebagai peserta Pilwakot.
Informasi tersebut sontak membuat Ketua KPU Manado Eugenius Paransi berang, saat dikonfirmasi Paransi dengan tegas membantah tudingan tersebut.
“Sangat disayangkan. Itu tidak benar dan fitnah. Kalau ingin bersaing sehat jangan seperti itu. Fakta pertama yang membuktikan kebohongan dari orang yang tidak bertanggung jawab itu, saya turut serta ke Lapas Sukamiskin. Padahal saya tidak ke sana waktu itu. Saya hanya tugaskan komisioner,” terang Paransi.
Paransi menambahkan kalau hal ini sudah sangat tidak baik dan tidak wajar. Apalagi dikatakan juga KPU Manado menerima uang sogokan dari tim Paslon. “Ini luar biasa fitnahnya. Itu bahasa menurunkan kepercayaan pada penyelenggara. Sebenarnya itu yang harus diberantas. Kami memutuskan berdasarkan aturan. Tidak ada yang namanya kami dibayar. Hal ini akan Kami tindaklanjuti dalam proses hukum. Karena ini sudah jelas pencemaran nama baik dan fitnah,” sesalnya.
Senada yang disampaikan Komisioner KPU Manado Sunday Rompas. Menurut Rompas, data-data yang diungkapkan oknum tidak bertanggung jawab tersebut tentang Paslon tidak sesuai atau bukan data yang dimasukkan.
“Perihal melakukan verifikasi di Lapas Sukamiskin itu hanya 4 orang tanpa Pak Paransi. Saya dan Pak Paransi tidak berangkat ke Lapas Sukamiskin. Yang ke Lapas hanya 3 komisioner plus 1 staf. Kemudian Panwas tidak bersama dengan mereka ke Lapas seperti yang dikatakan. Fitnah yang paling keji adalah soal memberikan uang pada KPU Manado. Kami tidak habis pikir itu dikarang dari mana. Kami rencananya akan melaporkan ini ke Polda, untuk mengungkap siapa pelaku penyebaran informasi tidak benar itu,” tegas Rompas.
Ditempat berbeda, Ketua Panwaslu Kota Manado Syane Walangare saat di konfirmasi perihal tuduhan tersebut, membantah keras tuduhan itu. Bahkan akan melaporkan hal ini. “Kami tidak sama-sama dengan KPU Manado saat ke Lapas Sukamiskin. Coba lihat surat tugas, kami tidak bersamaan. Kemudian Panwaslu Manado tidak pernah diberikan apa-apa oleh tim Paslon, apa lagi uang. Kami tidak ada kepentingan pada 4 Paslon tersebut. Kalau memberi pernyataan harusnya klarifikasi. Kita akan tindaklanjuti hal ini untuk dilaporkan ke Polisi,” pungkasnya.
Ketua Tim Kampanye Imba-Boby, Dolfie Angkouw saat dikonfirmasi menyayangkan dengan adanya kabar seperti itu. “Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.
Lanjut mantan Ketua KPU Manado ini mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengklarifikasi setiap black campaign yang ditujukan pada Paslon nomor urut dua itu. (rollysondakh)

Posting Komentar