![]() |
| (ist) |
“Data tersebut tidak berdasar. Apalagi disebutkan kalau KPU Manado menerima sogokan uang dari salah-satu paslon. Info darimana, kami tidak ada kepentingan apa-apa dengan 4 paslon itu, dan fitnah keji ini akan kami lanjutka ke proses Hukum,” tandas Rompas.
Perihal melakukan verifikasi di Lapas Sukamiskin itu hanya 4 orang tanpa Pak Paransi. Saya dan Pak Paransi tidak berangkat ke Lapas Sukamiskin. Yang ke Lapas hanya 3 komisioner plus 1 staf. Kemudian Panwas tidak bersama dengan mereka ke Lapas seperti yang dikatakan. Fitnah yang paling keji adalah soal memberikan uang pada KPU Manado. Kami tidak habis pikir itu dikarang dari mana. Kami rencananya akan melaporkan ini ke Polda, untuk mengungkap siapa pelaku penyebaran informasi tidak benar itu,” tegas Rompas.
Senada dengan apa yang diungkapkan Syane Walangare selaku Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado. Menanggapi perihal tersebut, selain membantah, Ia juga akan melaporkan hal ini untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Kami tidak sama-sama dengan KPU Manado saat ke Lapas Sukamiskin. Lihat saja surat tugas, kami tidak bersamaan. Kemudian Panwaslu Manado tidak pernah diberikan apa-apa oleh tim Paslon, apa lagi dikatakan sigokan uang. Kami tidak ada kepentingan pada 4 Paslon tersebut. Kalau memberi pernyataan harusnya klarifikasi. Kita akan tindaklanjuti hal ini untuk dilaporkan ke Polisi,” pungkasnya dengan nada tinggi. (rollysondakh)

Posting Komentar