“KPU Manado sebaiknya hadir disini dan menjelaskan kepada kami alasan di TMS Paslon kami yaitu, Imba-Bobby. Sebab, kami menggangap, KPU sudah mempermainkan dan merampas hal politik kami sebagai pendukung Panglima Jimbaro,” serunya Senin, (16/11).
Tidak hanya itu, massa yang datang sekitar pukul 15.30 tersebut mengancam akan melakukan demo dirumah Komisioner KPU, apabila permintaan mereka tidak diterima.
“Kami datang kesini tidak dibayar. Tapi hanya untuk mengawal Panglima kami yang sudah dirampas haknya. Jadi, sekali lagi dimintakan kepada KPU untuk meluluskan permintaan kami. Jangan bersembunyi. Dan jangan salahkan apabila kami akan mendemo rumah masing-masing mereka anggota Komisioner kalau aspirasi ini tidak diterima.
Sementara itu, pernyataan menarik datang dari Melki Manusama, salah-satu perwakilan pendukung yang menyebutkan kalau putusan dari KPU Manado yang me-TMS Paslon Imba-Bobby ada Intervensi dari Menteri Dalam Negeri, (Mendagri) menyusul pernyataannya 29 Oktober lalu saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kantor KPU Sulut, dimana Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa, diantara 4 Pasangan Calon walikota dan Wakil Walikota ada yang nantinya akan digugurkan. Bahkan, Kumolo sempat meminta agar Kepolisian Daerah Kota Manado (Polda Sulut) untuk terus memantau keamanan, khususnya dalam Pilkada Manado.
“Salah-satu intervensi terkait putusan tersebut datang dari Mendagri Tjahjo Kumolo yang pernah mengatakan kalau di Pilkada Manado ada calon yang tidak akan diloloskan. Tapi kami tidak akan menyerah, kami akan terus mengawal Panglima sampai pada hari pemilihan nanti. Dan diharapkan agar teman-teman di KPU Manado dapat mengkaji kembali akan putusan itu guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. (tim/km)

Posting Komentar